Selasa, 30 Juli 2013

faktor tak memiliki masa lalu dan masa depan

Cemburu itu milik cinta, menjadi melodi yang mengalun terbata,,Tapi ia bukan benci,, melainkan setitik pesan yang disampaikan jiwa dalam alunan .. “cinta”.”
------------------------------------------------------------------------------------
Gerangan apa yang membuatmu menangis?
Sesuatu yang kau cintaikah?; yang membuatmu menjadi buta. Menutup mata dari kekurangan-kekurangan, yang boleh jadi merusak.
Atau karena terlalu membenci sesuatu; yang juga membuatmu buta. Menutup matamu dari kebaikan-kebaikan, yang boleh jadi bermanfaat.
Kamu tahu?
Betapa rasa lega dan bahagia itu juga dekat dengan tangis.
------------------------------------------------------------------------------------
Rey..
Tiga tahun silam, butir-butir  bening itu juga keluar dari matamu. Aku mengingatnya karena hal itu sedikit tidak wajar menurutku. ahh entahlah..  tak habis pikir aku dibuatnya, bisa-bisanya kau makan umpan B*****an itu. Yang lebih mengecewakan lagi kau menangis karena kau menginginkannya. Brengse* memang.
Sejauh ini aku mengenalmu dengan cukup baik. Maksudku kebaikan dan keburukanmu hampir tak ada yang tak aku ketahui. Meski neraca antara keduanya aku tak tahu. Kau egois, jutek, tertutup, minder, kurang pe-de, cuek dan tak berperasaan; yah.. itu yang aku dengar dari temanmu. Kau nyaris membuat lelakimu (kala itu-yang entah kapan) meledak dengan kemarahannya, ia merasa tak berarti karna tak kau perhatikan, kerja kerasnya untuk membuatmu cemburu berhasil-nihil- kau balas dengan acuh tak acuh. Kejam sekali kamu rey..
Beberapa malam yang lalu, saat aku hendak membeli ‘makan malam’ku aku dikagetkan sebuah jeritan. Hanya sekali memang, tapi cukup memekakan telinga. “orang gila” kataku sambil lalu.
Aku kembali, di perjalanan menuju ‘tempat’ku aku mendengar suara tangis, sedu sedan. Langkahku tertahan, tepat tiga langkah disamping kamarmu.
***
Kau menangis, marah, dan kau bilang ingin memukulnya. Tidak, kau bahkan ingin menghancurkannya, meraibkan dan jika masih tak bisa kau ingin menguburnya. Mnghacurkan rasa sayangmu, meraibkan rasa cintamu, dan mengubur keduanya saat kau merasa tak mampu. Cukup rumit sepertinya. Bagaimana bisa kau memiliki perasaan sebesar itu???
Di kamarmu, aku bisa melihat kekacauan yang kau buat. Kebiasaan lama yang menjengkelkan. Dinding ini penuh dg Coretan :dimana-mana, seperti lagunya Iwan Fals sang legendaris *coretan dinding*. Aiiissshh ..Buruk sekali.
Kau tidak akan tersandung gunung, tapi tersandung kerikil kecil yang jika kau biarkan dan tak kau perbaiki mungkin akan menggunung tinggi. Segala sesuatu itu hampir dimulai dari yang terkecil. Seperti malam ini, pecah tangis karna Perkara kecil yang dibesar-besarkan. Kau tak bisa menerima, siapapun dia: orang dari msa lalu, masa sekarang, atau bahkan masa depannya yang mungkin ia persiapkan. Padahal ‘kemaren lalu’ itu tak masalah bagimu.  Kau cemburu. Itu kesimpulanku.
Satu hal yang baru darimu. KAU SANGAT PENCEMBURU. Aku baru tau hal itu. Malam ini.
Sudah pasti aku dikamarmu rey,,
Aku tanpamu, dunia kosong sepertinya. :)
--------------------------------------------------------------------------------
Rey...
Pernahkah engkau melihat matahari ?
Mengapa setiap  pagi ia terbit?
Dan ketika senja menyapa, setia ia terbenam..

Jawabannya hanya satu,,,
Karena cinta untuk pengabdian demi kesetiaan tanpa batas.
Percayalah...
‘Cemburu itu tanda tak mampu’ itu yang kau bilang padaku dulu. :D
------------------------------------------------------------------------------------
Apa kau mencintainya? (wajar jika kau cemburu)
Apa merasa tak mapu? (wajar jika kau cemburu)
Apa kau percaya padanya? (tidak seharusnya kau cemburu)
------------------------------------------------------------------------------------

faktor tak memiliki masa lalu dan masa depan.  Akan membuatmu ekstra cemburu. Terlebih kaumencintainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar