Selasa, 07 Februari 2012

MAKALAH IJARAH DAN APLIKASINYA DALAM PERBANKAN SYARIAH


MAKALAH 
IJARAH

(Aplikasinya dalam Perbankan Syariah)

Diajukan sebagai Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Fiqih Muamalah

Disusun oleh

Junia Marwa

(1210302090)

JURUSAN MUAMALAH

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UNIVARSITAS ISLAM NEGRI SUNAN GUNUNG DJATI

BANDUNG

2011


KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah Fiqih Muamalah. Shalawat beserta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Islam adalah suatu sistem dan jalan hidup yang utuh dan terpadu (a comprehensive way of life). Ia memberikan panduan yang dinamis dan lugas terhadapa semua aspek kehidupan termasuk sektor bisnis dan transaksi keuangan. Khususnya dalam masalah perbankan, seperti Operational Lease and Financial Lease atau dalam islam disebut dengan Ijarah. Dari itu penulis mengambil tema “Ijarah, aplikasinya dalam perbankan syariah”
Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Dosen Fiqih Muamalah yang telah membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini, kedua orang tua yang selalu memberi semangat dan do’a, tak lupa teman- teman seperjuangan yang telah memberi banyak motivasi kepada penulis, sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Disadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Makalah ini sangat jauh dari kata sempurna, baik dari penyajiannya maupun penguraiannya. Dari itu penulis mengharap kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terimakasih, semoga makalah ini berguna bagi semua. Amin.
Bandung, 11 November 2011.
Penulis.



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang........................................................................................................ 1
B.     Tujuan penulisan
C.     Rumusan masalah...................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian...............................................................................................................
B.     Dasar Hukum Ijarah...............................................................................................
C.     Rukun Ijarah...........................................................................................................
D.    Syarat Ijarah...........................................................................................................
E.     Fitur dan mekanisme..............................................................................................
F.      Objek ijarah............................................................................................................
G.    Berakhirnya akad ijarah..........................................................................................
H.    Pengembalian sewaan.............................................................................................
I.       Ijarah dan leasing...................................................................................................
J.       Kewajiban Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan Nasabah
Dalam Pembiyayaan Ijarah.....................................................................................
K.    Ijarah muntahia Bi al- Tamlik (Financial Lease with
Purchase Option)...................................................................................................
L.     Bentuk al- ijrah Muntahia bit- Tamlik....................................................................
M.   Aplikasi dalam perbankan......................................................................................
N.    Manfaat dan risiko yang harus diantisipasi............................................................


BAB III PENUTUP
..... Kesimpulan ..................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
                        Natural Certainty Contracts pada dasarnya adalah kontrak jual beli, dan     merupakan kesamaan dalam pembiyayaan antara ijarah dan murabahah. Kedua      pembiyayaan (prinsip jual beli) diatas, yakni ijarah dan murabahah sering digunakan Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah lainnya dalam melayani produk             pembiyayaan.
                        Perbedaan antara ijarah dan murabahah terletak pada objek transaksi yang diperjualbelikan, yakni dalam pembiyayaan murabahah yang menjadi objek transaksi           adalah barang, sedangkan dalam pembiyayaan ijarah adalah barang dan jasa.             Sehingga, dengan ijarah bank syariah dan lembaga keuangan syariah, dapat melayani          nasabah yang membutuhkan jasa; karena dalam ijarah objek transaksinya dapat      diambil manfaatnya, baik manfaat atas barang maupun manfaat atas tenaga kerjanya.
                        Bentuk pembiyayaan ijarah merupakan salah satu tekhnik pembiyayaan yang          dapat memenuhi kebutuhan investor untuk membeli aset hanya dengan membayar     sewa pemakaian tanpa harus mengeluarkan modal yang cukup besar.
                        Jadi, secara umum timbulnya ijarah itu disebabkan oleh adanya kebutuhan akan barang atau manfaat barang oleh nasabah yang tidak memiliki kemampuan           dalam hal keuangan.

B.     Rumusan masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan Ijarah dan Leasing?
b.      Apa yang dimaksud dengan Ijarah Muntahia Bit- Tamlik?
c.       Bagaiman bentuk Ijarah Muntahia Bit- Tamlik?
d.      Bagaimana dan seperti apa aplikasinya dalam perbankan?
C.    Tujuan penulisan
Mengetahui bentuk Ijarah Muntahia Bit- Tamlik, perbedaan dan persamaan Ijrah dan Leasing, serta aplikasinya dalam perbankan.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
                        Al ijarah  berasal dari kata al- ajru yang berarti al-‘iwadah yang dalam bahasa        indonesia ialah ganti atau upah.
                        Sedangkan menurut istilah, para ulama berbeda- beda pendapat dalam        mendefinisikan ijarah, antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Menurut Hanafiyah bahwa ijarah ialah:
عُقْدٌ يُفِيْدُ تَمْلِيْكُ مَنْفَعَةٍ مَعْلُوْمَةٍ مَقْصُوْدَةٍ مِنَ اْلعَيْنِ اْلمُسْتَاْ جِرَةِ بِعَوْضٍ
            “Akad untuk membolehkan pemilikan manfaat yang diketahui dan sengaja dari suatu         zat yang disewa dengan imbalan.”[1]
2.      Menurut Malikiyah ijarah ialah:
تَسْمِيَةُ اْلتَّعَاقَدِ عَلَى مَنْفَعَةِ  الادَمِىِّ وَبَعْضِ الْمَنْقُوْ لاَنَ
            “Nama bagi akad- akad untuk kemanfaatan yang bersifat manusiawi dan untuk      sebagian yang dapat dipindahkan.”[2]
3.      Menurut Sayyid Sabiq, ijarah adalah suatu jenis akad untuk mengambil manfaat dengan jalan penggantian
4.      Menurut Muhammad Al- Syarbini al- Khatib bahwa yang dimaksud dengan ijarah ialah pemilikan manfaat dengan adanya imbalan dan syarat- syarat.[3]
5.      Menurut istilah fiqih, ijarah ialah pemberian hak pemanfaatan dengan syarat ada imbalan.[4]
                        Berdasarkan definisi- definisi di atas, dapat kita pahami, bahwa ijarah ialah            menukar sesuatu dengan adanya imbalan. Sering kita sebut dengan sewa- menyewa atau upah- mengupah.
                        Jika dalam perbankan, ijarah adalah akad antar bank dengan nasabah untuk            menyewa suatu barang/objek sewa bank, dan bank mendapat imbalan jasa atas barang         yang    disewakannya, dan diakhiri dengan pembelian objek sewa oleh nasabah.
            Landasan: fatwa DSN-MUI No.09/DSN/MUI/IV/2000 tentang pembiayaan ijarah.


B.     Dasar Hukum Ijarah
a.       Al Qur’an
÷bÎ)ur öN?Šur& br& (#þqãèÅÊ÷ŽtIó¡n@ ö/ä.y»s9÷rr& Ÿxsù yy$uZã_ ö/ä3øn=tæ #sŒÎ) NçFôJ¯=y !$¨B Läêøs?#uä Å$rá÷èpRùQ$$Î/ 3 (#qà)¨?$#ur ©!$# (#þqßJn=ôã$#ur ¨br& ©!$# $oÿÏ3 tbqè=uK÷ès? ׎ÅÁt/ ÇËÌÌÈ  
            “Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa      bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut, bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu           kerjakan”.(QS. Al-Baqarah:233)
b.      Al Hadits
            “Berikanlah upah kepada orang yang kamu pekerjakan sebelum kering keringat    mereka”.(HR. Abu Ya’la, Ibnu Majah, at-Thabrani dan Tirmidzi)[5]
c.       Al ijma’
                        Landasan ijmanya adalah kesepakatan seluruh ulama, tidak ada seorang      ulamapun yang membantah kesepakatan (ijma’) ini, walaupun ada beberapa yang    berbeda pendapat, tetapi itu tidak dianggap.[6]

C.    Rukun Ijarah
·         Mu’jar (barang yang disewakan)
·         Mu’jir (yang menyewakan) dan, Musta’jir (orang yang menyewa)
·         Sighat (ijab dan qabul)
·         Upah dan  manfaat[7]

D.    Syarat Ijarah
·         Baligh dan berakal
·         Menyatakan kerelaan untuk melakukan akad ijarah
·         Manfaat objek diketahui secara sempurna
·         Objek boleh diserahkan dan dipergunakan secara langsung dan tidak bercacat
·         Objek ijarah sesuatu yang dihalalkan oleh syara’ dan bisa disewakan
·         Yang disewakan itu bukan suatu kewajiban bagi penyewa
·         Upah/sewa dalam akad harus jelas, dan bernilai harta

E.     Fitur dan mekanisme
a)      Hak perusahaan pembiyayaan sebagai pemberi sewa, yaitu memperolah pembayaran sewa dan biaya lainnya dari penyewa, dan mengakhiri akad ijarah dan menarik objek ijarah apabila penyewa tidak mampu membayar sewa sebagaimana diperjanjikan.
b)      Kewajiban perusahaan pembiayaan sebagai pemberi sewa antara lain, yaitu:
·         Menyediakan objek yang disewakan;
·         Menanggung biaya pemeliharaan objek ijarah;
·         Menjamin objek yang disewakan tidak terdapat cacat dan dapat berfungsi dengan baik.
c)      Hak penyewa, antara lain meliputi:
·         Menerima objek ijarah dalam keadaan baik dan siap dioperasikan;
·         Menggunakan objek ijarah yang disewakan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang diperjanjikan.
d)     Kewajiban penyewa antara lain meliputi:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar