Jumat, 07 September 2012

suatu keputusan


Yoga Academic..
Sebuah kelas intensif yang tak diketahui siapapun,, kecuali orang-orang yang bermasalah dan memiliki undangan secra tidak langsung,, diawali dari karir yang hancur, perselingkuhan, dan beragam jenis lainnya yang mampu membuat jiwa seseorang labil.
Sebuah pelatihan dengan berbagai peraturan-peraturan konyol didalamnya-  makan tengah malam, tidak boleh mandi sebelum satu jam setelah latihan dan tidak boleh menggunakan pancuran,  tidak boleh bercermin karena cermin akan memantulkan bayangan, dan lain sebagainnya. Kecantikan itu terpancar bagi orang yang berhasil membuka kundalininya. Semua hanya untuk satu kata ‘kesempurnaan’ .
Lima jari tak bisa jauh dari mukaku. Bukan karena takut, tapi aku tak berani (ngeles, hehee). Terlalu luas rasanya kedua mata memandang lurus kedepan,, maka aku membuat garis-garis pagar jari di depannya. Sedikit memberikan kenyamanan walaupun masih terlihat jelas.
Si kembar alwa mengikuti gerakanku, ketika aku mengangkat tangan ia pun mengangkat tangan,, aku turunkan ia turunkan juga, aku tersenyum ia tersenyum, aku miris ia pura-pura nangis. yang satunya lagi  menelungkup masuk ketiak mama, entah wanginya menggoda mungkin. Sampai ia tertidur.
Sayang saat muka-muka tegang itu terpampang, terpotong iklan yang diluncurkan. Semua menghela nafas saat Korean Horror itu terganti iklan.
Entah kenapa malam ini terasa begitu kompak, semua hadir menonton kecuali si kakak, dan bapak yang tertidur pulas di kursi. Dengan Asian Movie dan bukan ‘bayi bajang’ (sinetron kesukaan si kembar dan mama) tak ada satupun yang protes. Sangat menyenangkan...  J hiihii..
Sebenarnya ada yang aku tunggu malam ini, bukan hantu yang membuat penasaran karena ia tak juga menampakan dirinya,, tapi ada yang berjanji akan menelpon tadi siang untuk malam ini.
2 panggilan tak terjawab.
Aku sms, dan kemudian ia menelpon.
Aku tau apa yang akan ia tanyakan, dan aku sangsi jika ia tak tau jawabannku. Sebenarnya ingin sekali aku memilih yang lain, tapi tak tersedia dalam pilihan, itu artinya aku tak diizinkan untuk memilih. Karena ternyata apa yang diharapkan tidak ada di sana.
Seperti kata salah satu iklan kartu t***e. Kebebasan itu nyata,, selama ikuti pilihan yang ada. Thing again !
Itu artinya aku hanya boleh memilih yang ada.
Dan intinya –iya-
Hanya aku, dia dan orang tuaku, selama ini menjadi rahasia berempat semua akan baik-baik saja diluar sana. Ini kesepakatan aku dan dia yang kemudian menjadi kesepakatan kami. Aku tidak bisa membayangkan jika hal ini keluar dari lingkarannya. Mungkin akan terjadi perang dunia ketiga, atau mungkin lebih dari itu. Sudah aku katakan aku tak dapat membayangkannya. Cukup sampai disini.
Oh iya, dia memintaku menemaninya untuk menghadiri salah satu undang pernikahan temannya di Bandung. Itu menjadi akhir perbincangan kami di telpon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar