*Sajak jangan habiskan
Kawan, jangan habiskan air mata menangisi seseorang
yang jangan-jangan tidak pernah menangis untuk kita
Jangan habiskan waktu memikirkan seseorang
yang boleh jadi tidak pernah memikirkan kita
Hidup ini memang kadang ganjil sekali,
Ada milyaran orang, tapi kita menambatkan hati
Ada berjuta kesempatan, tapi kita memilih satu saja
Hidup ini memang kadang rumit sekali,
Ada banyak hari esok, tapi kita tidak beranjak
Terlalu banyak hari kemarin, tapi kita terus terbenam
Aduhai, hidup ini memang kadang menyebalkan sekali,
Ada begitu banyak tempat, tapi kita masih di situ-situ saja
Ada begitu banyak pilihan kendaraan, tapi kita tidak segera naik
Masih saja di sana. Menatap kosong kesibukan sekitar.
Sungguh, jangan habiskan waktu kita
Untuk seseorang yang tidak pernah tahu
Bahwa kita menghabiskan waktu demi dia.
*Tere Liye, repos
Selasa, 30 Juli 2013
apre's la pluida (setelah hujan)
Lihatlah !
Sorot matanya tajam seperti burung elang, ia menatapmu lekat, memperhatikan, menelisik dari ujung kepala hingga kakimu. Seakan-akan kamu merasa dipandangnya tanpa busana –memalukan!-. dua bola mata itu berbalik memutar layaknya orang kesurupan. Merasa tak ada yang menarik untuk dibanggakan. Lantas kemudian berlalu. Meninggalkanmu dengan segenap perasaan tak senang (baca: terhina).
Saat berbicara mulutnya berbisa, mematikan lawan dengan kata-kata racunnya, aiih .. sudah seperti ular saja! Saat kamu mencoba berinteraksi denganya, sekedar menimpali dengan kata-kata terbaikmu, atau bisa saja saat kamu mencoba memujinya, ia lantas menendangmu dengan kosa kata yang serupa, dengan kerendahan hati, kamu bangkit dan tersenyum, dibalasnya dengan pijakan kaki di kepalamu, lantas ia melangkah dengan gagah, merasa bangga. Saat itu kesabaranmu digerogotinya. Tikus got yang tak pernah mengecap bangku sekolah.
Senyumnya menyungging, kecut dan tak berperasaan. Seperti melihat tikus got yang lari di jalanan lantas tertabrak kendaraan. Hewan malang yang menjijikan. Tak penting!
Jika ia memiliki hati, sepertinya ia terbuat dari sebongkah batu es abadi -dingin dan keras- namun sayang ia tak bisa mencair. Seperti batu karang yang berdiri angkuh, kasar, kuat, keras dan kemungkinan besar terluka saat kamu bermain-main dengannya.
Tapi dengan jiwa besarmu, lagi-lagi kamu mencoba mendekatinya dan tak menghiraukan goresan-goresan luka dihatimu. Kamu bilang ‘aku hanya sedikit terserang flu’ yang hanya dengan kesabaran ia akan hilang. Masih saja ia angkuh dengan kesendiriannya, keterpurukannya, dan keputus-asaannya, saat ternyata segala sesuatu tak lagi berputar pada rotasinya, tak lagi berjalan di arahnya, bahwa kenyataan waktu tak lagi memihaknya. Ia masih saja bangga dengan kesombongan. Ketika itu, kamu membawa dua buah apel kesukaanmu. Dengan segenap rasa syukur kamu mengunyah apel itu, terasa nikmat, manis dan lezat. Kamu meliriknya,ia menatapmu lantas mengalihkan pandangannya. Dengan dua langkah kaki, kamu sodorkan apel ke-duamu dengan segenap keikhlasan. Tapi ia mengacuhkanmu, kamu sodorkan lebih dekat, ia melirikmu dan melirik apelmu. Dengan ragu dan penuh gengsi ia menerima apel itu dan menggigitnya. ‘Apel ini biasa saja’ pikirnya, tidak seperti yang dibayangkannya saat ia melihatmu memakan apel itu. Dengan keki ia lemparkan apel itu dihadapanmu.
Mungkin saja indra pengecapnya telah mati. Lebih mungkin lagi indra perasanya tak berfungsi, dan yang pasti ia telah kehilangan dirinya, dan mati sejak lama.
#**Janganlah kamu menjadi seperti ‘dia’ namun jangan pula ingin menjadi seperti ‘aku’ karna “jika kamu ingin menjadi seperttiku, siapa yang ingin menjadi sepertimu?” **
kamu tahu? dia mungkin angkuh, sombong, tidak berperasaan, keji dan segala keburukannya. itu membuatmu mengelus dada dan kasihan. tidakkah kamu tahu juga? kamu tak punya harga diri di matanya.
Sorot matanya tajam seperti burung elang, ia menatapmu lekat, memperhatikan, menelisik dari ujung kepala hingga kakimu. Seakan-akan kamu merasa dipandangnya tanpa busana –memalukan!-. dua bola mata itu berbalik memutar layaknya orang kesurupan. Merasa tak ada yang menarik untuk dibanggakan. Lantas kemudian berlalu. Meninggalkanmu dengan segenap perasaan tak senang (baca: terhina).
Saat berbicara mulutnya berbisa, mematikan lawan dengan kata-kata racunnya, aiih .. sudah seperti ular saja! Saat kamu mencoba berinteraksi denganya, sekedar menimpali dengan kata-kata terbaikmu, atau bisa saja saat kamu mencoba memujinya, ia lantas menendangmu dengan kosa kata yang serupa, dengan kerendahan hati, kamu bangkit dan tersenyum, dibalasnya dengan pijakan kaki di kepalamu, lantas ia melangkah dengan gagah, merasa bangga. Saat itu kesabaranmu digerogotinya. Tikus got yang tak pernah mengecap bangku sekolah.
Senyumnya menyungging, kecut dan tak berperasaan. Seperti melihat tikus got yang lari di jalanan lantas tertabrak kendaraan. Hewan malang yang menjijikan. Tak penting!
Jika ia memiliki hati, sepertinya ia terbuat dari sebongkah batu es abadi -dingin dan keras- namun sayang ia tak bisa mencair. Seperti batu karang yang berdiri angkuh, kasar, kuat, keras dan kemungkinan besar terluka saat kamu bermain-main dengannya.
Tapi dengan jiwa besarmu, lagi-lagi kamu mencoba mendekatinya dan tak menghiraukan goresan-goresan luka dihatimu. Kamu bilang ‘aku hanya sedikit terserang flu’ yang hanya dengan kesabaran ia akan hilang. Masih saja ia angkuh dengan kesendiriannya, keterpurukannya, dan keputus-asaannya, saat ternyata segala sesuatu tak lagi berputar pada rotasinya, tak lagi berjalan di arahnya, bahwa kenyataan waktu tak lagi memihaknya. Ia masih saja bangga dengan kesombongan. Ketika itu, kamu membawa dua buah apel kesukaanmu. Dengan segenap rasa syukur kamu mengunyah apel itu, terasa nikmat, manis dan lezat. Kamu meliriknya,ia menatapmu lantas mengalihkan pandangannya. Dengan dua langkah kaki, kamu sodorkan apel ke-duamu dengan segenap keikhlasan. Tapi ia mengacuhkanmu, kamu sodorkan lebih dekat, ia melirikmu dan melirik apelmu. Dengan ragu dan penuh gengsi ia menerima apel itu dan menggigitnya. ‘Apel ini biasa saja’ pikirnya, tidak seperti yang dibayangkannya saat ia melihatmu memakan apel itu. Dengan keki ia lemparkan apel itu dihadapanmu.
Mungkin saja indra pengecapnya telah mati. Lebih mungkin lagi indra perasanya tak berfungsi, dan yang pasti ia telah kehilangan dirinya, dan mati sejak lama.
#**Janganlah kamu menjadi seperti ‘dia’ namun jangan pula ingin menjadi seperti ‘aku’ karna “jika kamu ingin menjadi seperttiku, siapa yang ingin menjadi sepertimu?” **
kamu tahu? dia mungkin angkuh, sombong, tidak berperasaan, keji dan segala keburukannya. itu membuatmu mengelus dada dan kasihan. tidakkah kamu tahu juga? kamu tak punya harga diri di matanya.
faktor tak memiliki masa lalu dan masa depan
“Cemburu itu milik cinta, menjadi melodi yang mengalun
terbata,,Tapi ia bukan benci,, melainkan setitik pesan yang disampaikan
jiwa dalam alunan .. “cinta”.”
------------------------------------------------------------------------------------
Gerangan apa yang membuatmu menangis?
Sesuatu yang kau cintaikah?; yang membuatmu menjadi buta. Menutup mata dari kekurangan-kekurangan, yang boleh jadi merusak.
Atau karena terlalu membenci sesuatu; yang juga membuatmu buta. Menutup matamu dari kebaikan-kebaikan, yang boleh jadi bermanfaat.
Kamu tahu?
Betapa rasa lega dan bahagia itu juga dekat dengan tangis.
------------------------------------------------------------------------------------
Rey..
Tiga tahun silam, butir-butir bening itu juga keluar dari matamu. Aku mengingatnya karena hal itu sedikit tidak wajar menurutku. ahh entahlah.. tak habis pikir aku dibuatnya, bisa-bisanya kau makan umpan B*****an itu. Yang lebih mengecewakan lagi kau menangis karena kau menginginkannya. Brengse* memang.
Sejauh ini aku mengenalmu dengan cukup baik. Maksudku kebaikan dan keburukanmu hampir tak ada yang tak aku ketahui. Meski neraca antara keduanya aku tak tahu. Kau egois, jutek, tertutup, minder, kurang pe-de, cuek dan tak berperasaan; yah.. itu yang aku dengar dari temanmu. Kau nyaris membuat lelakimu (kala itu-yang entah kapan) meledak dengan kemarahannya, ia merasa tak berarti karna tak kau perhatikan, kerja kerasnya untuk membuatmu cemburu berhasil-nihil- kau balas dengan acuh tak acuh. Kejam sekali kamu rey..
Beberapa malam yang lalu, saat aku hendak membeli ‘makan malam’ku aku dikagetkan sebuah jeritan. Hanya sekali memang, tapi cukup memekakan telinga. “orang gila” kataku sambil lalu.
Aku kembali, di perjalanan menuju ‘tempat’ku aku mendengar suara tangis, sedu sedan. Langkahku tertahan, tepat tiga langkah disamping kamarmu.
***
Kau menangis, marah, dan kau bilang ingin memukulnya. Tidak, kau bahkan ingin menghancurkannya, meraibkan dan jika masih tak bisa kau ingin menguburnya. Mnghacurkan rasa sayangmu, meraibkan rasa cintamu, dan mengubur keduanya saat kau merasa tak mampu. Cukup rumit sepertinya. Bagaimana bisa kau memiliki perasaan sebesar itu???
Di kamarmu, aku bisa melihat kekacauan yang kau buat. Kebiasaan lama yang menjengkelkan. Dinding ini penuh dg Coretan :dimana-mana, seperti lagunya Iwan Fals sang legendaris *coretan dinding*. Aiiissshh ..Buruk sekali.
Kau tidak akan tersandung gunung, tapi tersandung kerikil kecil yang jika kau biarkan dan tak kau perbaiki mungkin akan menggunung tinggi. Segala sesuatu itu hampir dimulai dari yang terkecil. Seperti malam ini, pecah tangis karna Perkara kecil yang dibesar-besarkan. Kau tak bisa menerima, siapapun dia: orang dari msa lalu, masa sekarang, atau bahkan masa depannya yang mungkin ia persiapkan. Padahal ‘kemaren lalu’ itu tak masalah bagimu. Kau cemburu. Itu kesimpulanku.
Satu hal yang baru darimu. KAU SANGAT PENCEMBURU. Aku baru tau hal itu. Malam ini.
Sudah pasti aku dikamarmu rey,,
Aku tanpamu, dunia kosong sepertinya. :)
--------------------------------------------------------------------------------
Rey...
Pernahkah engkau melihat matahari ?
Mengapa setiap pagi ia terbit?
Dan ketika senja menyapa, setia ia terbenam..
Jawabannya hanya satu,,,
Karena cinta untuk pengabdian demi kesetiaan tanpa batas.
Percayalah...
‘Cemburu itu tanda tak mampu’ itu yang kau bilang padaku dulu. :D
------------------------------------------------------------------------------------
Apa kau mencintainya? (wajar jika kau cemburu)
Apa merasa tak mapu? (wajar jika kau cemburu)
Apa kau percaya padanya? (tidak seharusnya kau cemburu)
------------------------------------------------------------------------------------
faktor tak memiliki masa lalu dan masa depan. Akan membuatmu ekstra cemburu. Terlebih kaumencintainya.
------------------------------------------------------------------------------------
Gerangan apa yang membuatmu menangis?
Sesuatu yang kau cintaikah?; yang membuatmu menjadi buta. Menutup mata dari kekurangan-kekurangan, yang boleh jadi merusak.
Atau karena terlalu membenci sesuatu; yang juga membuatmu buta. Menutup matamu dari kebaikan-kebaikan, yang boleh jadi bermanfaat.
Kamu tahu?
Betapa rasa lega dan bahagia itu juga dekat dengan tangis.
------------------------------------------------------------------------------------
Rey..
Tiga tahun silam, butir-butir bening itu juga keluar dari matamu. Aku mengingatnya karena hal itu sedikit tidak wajar menurutku. ahh entahlah.. tak habis pikir aku dibuatnya, bisa-bisanya kau makan umpan B*****an itu. Yang lebih mengecewakan lagi kau menangis karena kau menginginkannya. Brengse* memang.
Sejauh ini aku mengenalmu dengan cukup baik. Maksudku kebaikan dan keburukanmu hampir tak ada yang tak aku ketahui. Meski neraca antara keduanya aku tak tahu. Kau egois, jutek, tertutup, minder, kurang pe-de, cuek dan tak berperasaan; yah.. itu yang aku dengar dari temanmu. Kau nyaris membuat lelakimu (kala itu-yang entah kapan) meledak dengan kemarahannya, ia merasa tak berarti karna tak kau perhatikan, kerja kerasnya untuk membuatmu cemburu berhasil-nihil- kau balas dengan acuh tak acuh. Kejam sekali kamu rey..
Beberapa malam yang lalu, saat aku hendak membeli ‘makan malam’ku aku dikagetkan sebuah jeritan. Hanya sekali memang, tapi cukup memekakan telinga. “orang gila” kataku sambil lalu.
Aku kembali, di perjalanan menuju ‘tempat’ku aku mendengar suara tangis, sedu sedan. Langkahku tertahan, tepat tiga langkah disamping kamarmu.
***
Kau menangis, marah, dan kau bilang ingin memukulnya. Tidak, kau bahkan ingin menghancurkannya, meraibkan dan jika masih tak bisa kau ingin menguburnya. Mnghacurkan rasa sayangmu, meraibkan rasa cintamu, dan mengubur keduanya saat kau merasa tak mampu. Cukup rumit sepertinya. Bagaimana bisa kau memiliki perasaan sebesar itu???
Di kamarmu, aku bisa melihat kekacauan yang kau buat. Kebiasaan lama yang menjengkelkan. Dinding ini penuh dg Coretan :dimana-mana, seperti lagunya Iwan Fals sang legendaris *coretan dinding*. Aiiissshh ..Buruk sekali.
Kau tidak akan tersandung gunung, tapi tersandung kerikil kecil yang jika kau biarkan dan tak kau perbaiki mungkin akan menggunung tinggi. Segala sesuatu itu hampir dimulai dari yang terkecil. Seperti malam ini, pecah tangis karna Perkara kecil yang dibesar-besarkan. Kau tak bisa menerima, siapapun dia: orang dari msa lalu, masa sekarang, atau bahkan masa depannya yang mungkin ia persiapkan. Padahal ‘kemaren lalu’ itu tak masalah bagimu. Kau cemburu. Itu kesimpulanku.
Satu hal yang baru darimu. KAU SANGAT PENCEMBURU. Aku baru tau hal itu. Malam ini.
Sudah pasti aku dikamarmu rey,,
Aku tanpamu, dunia kosong sepertinya. :)
--------------------------------------------------------------------------------
Rey...
Pernahkah engkau melihat matahari ?
Mengapa setiap pagi ia terbit?
Dan ketika senja menyapa, setia ia terbenam..
Jawabannya hanya satu,,,
Karena cinta untuk pengabdian demi kesetiaan tanpa batas.
Percayalah...
‘Cemburu itu tanda tak mampu’ itu yang kau bilang padaku dulu. :D
------------------------------------------------------------------------------------
Apa kau mencintainya? (wajar jika kau cemburu)
Apa merasa tak mapu? (wajar jika kau cemburu)
Apa kau percaya padanya? (tidak seharusnya kau cemburu)
------------------------------------------------------------------------------------
faktor tak memiliki masa lalu dan masa depan. Akan membuatmu ekstra cemburu. Terlebih kaumencintainya.
the last story
“Kita begitu berbeda dalam segala hal,, kecuali dalam.. cinta.” ~Gie
Kau bilang padaku dia gadis yang pendiam, sedikit jutek, dan jual mahal. Aku merasa murahan dengan kata terakhirmu. Bagaimana tidak?
Aku benar-benar tak layak cemburu,, hanya saja perasaan yang satu ini membuat aku gila karena nya. Kau menyimpan dengan baik perasaanmu untuknya, menata rapi untuk kelak ia singgahi ~aku masih saja cemburu
Keaadaan membuat kita tak sama lagi.
#04 juli 2013
Dengan cinta yang utuh,
Rey
Rey tertegun, lalu kemudian menutup lepi si biru kotak rahasia itu. Ini sudah larut malam, tapi ia sama sekali tak dapat memejamkan mata. Masih terngiang hampir setiap kata yang terucap magrib ini. Luka dalam memang tak terasa sakit di menit pertama namun kemudian menjadi neraka pada jam berikutnya. ~Ada rasa sakit dihatinya.
“Ini memang sudah merupakan kesalahan sejak awal. Namun aku tidak menyalahkanmu, karena kita punya bagian masing-masing di dalamnya, yang mana ,, semua merupakan kesatuan.
Bukan hanya aku saja yang sadar; bahkan mungkin kamu lebih sadar lagi. Karena saat aku sudah tak mampu berpikir dengan layak, kamu masih bisa berpikir dengan sangat baik.”
“ini mungkin jalan terbaik,,” batin rey.
***
Ternyata kau memilih malam ini. Entah dengan alasan apa, entah ada keistimewaan apa namun yang pasti ada ketidaknyamanan yang terpancar jelas dimatamu. ~sebenarnya kau sudah pernah mencobanya sekali, dan ini kali kedua.
Rey sama sekali tak meragukan perasaannya, rey yakin akan hal itu. Tapi, tak ada yang bisa rey janjikan begitupun denganmu~bukan begitu?
“Jika titik masalahnya ada padaku, apa yang bisa kau janjikan ???. Jika kita memperjuangkannya bersama-sama, bukankah itu artinya kau akan memperjuangkanku dengan segala yang melekat padaku?. Tapi,, kita berhenti disini “ ~sebelum semuanya dimulai~ karena keraguan lebih besar daripada keyakinan. #warming up
“Aku pikir kita belum benar-benar memulainya. Padahal minggu ini aku berniat mengajakmu kerumah” #niat.hanya.sekedar.niat ~Ada pergulatan hebat di hati rey.
Jika itu terjadi, sudah pasti akan menjadi lembaran pertama yang harus dihadapi dengan penuh keyakinan. ~tapi kita tak memiliki keyakinan itu
Anehnya,,rey tak meneteskan air mata sedikitpun.. Mungkin rey sudah puas menangis malam-malam kemarin ~@ S**. Dua malam terakhir bagai letusan magma dihatinya. Disadari atau tidak, sepertinya rey sudah mempersiapkan diri untuk hal ini. ~untuk pertama kalinya aku membencimu, kota kembang.
Sejujurnya rey takut suatu hari nanti dimana kau memperkenalkan seseorang yang kau pilih kepadanya, melihat kau dengan calon bidadarimu kelak, atau sekedar melihat kau melakukan pe-de-ka-te entah itu dihadapan atau dibelakangnya ~ kabar burung pun rey sangat tak berharap~ semoga burung tak memberinya kabar…
“lebih baik aku tak tau ‘apapun’ tentang kamu. Setidaknya sampai aku dapat mengubur harapan-harapan yang terlampau indah tentang kita”
Rey takut, rey belum siap dan tak rela.
Rey takut apa yang sudah digariskan Tuhan tak sesuai harapan. Ada sedikit ketakutan menghadapi masa depan dihatinya. ~kenapa tak Kau biarkan aku memilih Tuhan.
“Kau berharap aku tak marah bukan? Kau berharap aku tak cemburu bukan ? Sungguh aku tak bisa berjanji. Tapi,, aku akan berusaha tak menunjukannya.”
Perasaan hanyalah perasaan. Bagaimana bisa aku memaksanya???
Ada orang yang mencintaiku, ada orang yang kau cintai, dan ada cinta kita yang terpatri.
Pada akhirnya, kita memilih jalan masing-masing…
Maaf,, sudah menghalangi jalanmu dengan kabut tipis yang membuat perhatian tak jelas.
‘merdekakanlah hatimu !’
Terimakasih telah menjaga perasaanku selama ini.
“Tuhan,, rupanya aku ‘lupa’ bersyukur lebih pada-Mu”
Rey..
Sekarang waktunya memperbaiki diri agar layak dicintai.. Jangan sampai ditinggalkan cinta lagi, karena ketidakmampuanmu rey..
Seandainya tuhan menganugerahi nasib yang lebih baik kepada kedua orang tuamu rey,., Mungkin ceritanya akan sedikit berbeda,, #harapan.tinggal.harapan
Semoga tuhan mengindahkan harapanmu..mengindahkan harapanku dan meridhai harapan-harapan kita.. Amiinn
#JADILAH SESEORANG YANG LAYAK DICINTAI
* tulisan ini hanyalah fiktif belaka.
Kau bilang padaku dia gadis yang pendiam, sedikit jutek, dan jual mahal. Aku merasa murahan dengan kata terakhirmu. Bagaimana tidak?
Aku benar-benar tak layak cemburu,, hanya saja perasaan yang satu ini membuat aku gila karena nya. Kau menyimpan dengan baik perasaanmu untuknya, menata rapi untuk kelak ia singgahi ~aku masih saja cemburu
Keaadaan membuat kita tak sama lagi.
#04 juli 2013
Dengan cinta yang utuh,
Rey
Rey tertegun, lalu kemudian menutup lepi si biru kotak rahasia itu. Ini sudah larut malam, tapi ia sama sekali tak dapat memejamkan mata. Masih terngiang hampir setiap kata yang terucap magrib ini. Luka dalam memang tak terasa sakit di menit pertama namun kemudian menjadi neraka pada jam berikutnya. ~Ada rasa sakit dihatinya.
“Ini memang sudah merupakan kesalahan sejak awal. Namun aku tidak menyalahkanmu, karena kita punya bagian masing-masing di dalamnya, yang mana ,, semua merupakan kesatuan.
Bukan hanya aku saja yang sadar; bahkan mungkin kamu lebih sadar lagi. Karena saat aku sudah tak mampu berpikir dengan layak, kamu masih bisa berpikir dengan sangat baik.”
“ini mungkin jalan terbaik,,” batin rey.
***
Ternyata kau memilih malam ini. Entah dengan alasan apa, entah ada keistimewaan apa namun yang pasti ada ketidaknyamanan yang terpancar jelas dimatamu. ~sebenarnya kau sudah pernah mencobanya sekali, dan ini kali kedua.
Rey sama sekali tak meragukan perasaannya, rey yakin akan hal itu. Tapi, tak ada yang bisa rey janjikan begitupun denganmu~bukan begitu?
“Jika titik masalahnya ada padaku, apa yang bisa kau janjikan ???. Jika kita memperjuangkannya bersama-sama, bukankah itu artinya kau akan memperjuangkanku dengan segala yang melekat padaku?. Tapi,, kita berhenti disini “ ~sebelum semuanya dimulai~ karena keraguan lebih besar daripada keyakinan. #warming up
“Aku pikir kita belum benar-benar memulainya. Padahal minggu ini aku berniat mengajakmu kerumah” #niat.hanya.sekedar.niat ~Ada pergulatan hebat di hati rey.
Jika itu terjadi, sudah pasti akan menjadi lembaran pertama yang harus dihadapi dengan penuh keyakinan. ~tapi kita tak memiliki keyakinan itu
Anehnya,,rey tak meneteskan air mata sedikitpun.. Mungkin rey sudah puas menangis malam-malam kemarin ~@ S**. Dua malam terakhir bagai letusan magma dihatinya. Disadari atau tidak, sepertinya rey sudah mempersiapkan diri untuk hal ini. ~untuk pertama kalinya aku membencimu, kota kembang.
Sejujurnya rey takut suatu hari nanti dimana kau memperkenalkan seseorang yang kau pilih kepadanya, melihat kau dengan calon bidadarimu kelak, atau sekedar melihat kau melakukan pe-de-ka-te entah itu dihadapan atau dibelakangnya ~ kabar burung pun rey sangat tak berharap~ semoga burung tak memberinya kabar…
“lebih baik aku tak tau ‘apapun’ tentang kamu. Setidaknya sampai aku dapat mengubur harapan-harapan yang terlampau indah tentang kita”
Rey takut, rey belum siap dan tak rela.
Rey takut apa yang sudah digariskan Tuhan tak sesuai harapan. Ada sedikit ketakutan menghadapi masa depan dihatinya. ~kenapa tak Kau biarkan aku memilih Tuhan.
“Kau berharap aku tak marah bukan? Kau berharap aku tak cemburu bukan ? Sungguh aku tak bisa berjanji. Tapi,, aku akan berusaha tak menunjukannya.”
Perasaan hanyalah perasaan. Bagaimana bisa aku memaksanya???
Ada orang yang mencintaiku, ada orang yang kau cintai, dan ada cinta kita yang terpatri.
Pada akhirnya, kita memilih jalan masing-masing…
Maaf,, sudah menghalangi jalanmu dengan kabut tipis yang membuat perhatian tak jelas.
‘merdekakanlah hatimu !’
Terimakasih telah menjaga perasaanku selama ini.
“Tuhan,, rupanya aku ‘lupa’ bersyukur lebih pada-Mu”
Rey..
Sekarang waktunya memperbaiki diri agar layak dicintai.. Jangan sampai ditinggalkan cinta lagi, karena ketidakmampuanmu rey..
Seandainya tuhan menganugerahi nasib yang lebih baik kepada kedua orang tuamu rey,., Mungkin ceritanya akan sedikit berbeda,, #harapan.tinggal.harapan
Semoga tuhan mengindahkan harapanmu..mengindahkan harapanku dan meridhai harapan-harapan kita.. Amiinn
#JADILAH SESEORANG YANG LAYAK DICINTAI
* tulisan ini hanyalah fiktif belaka.
conversation *masalaluku-zizan
deret tetesan air mata,
kurasa kini kering sudah,
meratapi masa laluku,
yang tak berpihak kepadaku..
kini engkau ada dimana,
ku tak tau apa kabarmu,
mungkinkah nanti kutemui,
dirimu yang aku cintai..
tertulis kisah cerita kita,
begitu indah masa laluku,
dia menangis dipelukanku,
lalu berkata "pertahankan aku"..
............
***
'pertahankan aku, oh rey ayoo lah,, '
rey sudah tak mau menggubrisnya lagi, bisikan yang sedikit membuatnya gila itu tak lagi dihiraukannya.
'kita lihat saja nanti' rey dengan ogah menimpali. seraya menelusup dibalik selimut.
***
"hei kamu !
iya kamu !
kamu yang selalu berbisik dan tak pernah jemu, adakah alasan untuk aku bertahan ?" rey menghela napas sejenak.
"tidakkah kau lihat? coba perhatikan ! dia sama sekali tak mencintaiku ! sama sekali tak peduli padamu ! mengapa kau begitu bersikukuh agar aku mempertahankanmu!. tidak puaskah kau membuat hidupku seperti neraka jahanam ini. " lanjutnya.
"aku tau kau mencintainya, dari itu aku ingin kau bertahan sedikit lebih lama lagi" jawab bisikan itu
"karna aku mencintainya,, bukankah sudah seharusnya aku membiarkan dia bahagia.."
bisikan itupun merenung dan tak lagi berkata.
"sudahlah.. biarkan aku tidur sejenak, aku lelah" rey mengakhiri percakapan itu.
kurasa kini kering sudah,
meratapi masa laluku,
yang tak berpihak kepadaku..
kini engkau ada dimana,
ku tak tau apa kabarmu,
mungkinkah nanti kutemui,
dirimu yang aku cintai..
tertulis kisah cerita kita,
begitu indah masa laluku,
dia menangis dipelukanku,
lalu berkata "pertahankan aku"..
............
***
'pertahankan aku, oh rey ayoo lah,, '
rey sudah tak mau menggubrisnya lagi, bisikan yang sedikit membuatnya gila itu tak lagi dihiraukannya.
'kita lihat saja nanti' rey dengan ogah menimpali. seraya menelusup dibalik selimut.
***
"hei kamu !
iya kamu !
kamu yang selalu berbisik dan tak pernah jemu, adakah alasan untuk aku bertahan ?" rey menghela napas sejenak.
"tidakkah kau lihat? coba perhatikan ! dia sama sekali tak mencintaiku ! sama sekali tak peduli padamu ! mengapa kau begitu bersikukuh agar aku mempertahankanmu!. tidak puaskah kau membuat hidupku seperti neraka jahanam ini. " lanjutnya.
"aku tau kau mencintainya, dari itu aku ingin kau bertahan sedikit lebih lama lagi" jawab bisikan itu
"karna aku mencintainya,, bukankah sudah seharusnya aku membiarkan dia bahagia.."
bisikan itupun merenung dan tak lagi berkata.
"sudahlah.. biarkan aku tidur sejenak, aku lelah" rey mengakhiri percakapan itu.
Kamis, 23 Mei 2013
analisis rasio likuiditas
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Untuk dapat
memproleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, perlu
mengadakan analisa atau interprestasi terhadap data finansial dari perusahaan
bersangkutan, dimana data finansial itu tercermin didalam laporan
keuangan.Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansial adalah ratio.
Laporan
Keuangan dibuat agar dapat digunakan suatu kegunaan yang penting adalah dalam
menganalisis kesehatan ekonomi perusahaan. Menurut Kown ( 2004 ; 107 ) : “
Hasil dari menganalisis laporan keuangan adalah rasio keuangan berupa
angka-angka dan rasio keuangan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan”.
Analisa Laporan
Keuangan menyangkut pemeriksaaan keterkaitan angka-angka dalam laporan keuangan
dan trend angka-angka dalam beberapa periode, satu tujuan dari analisis laporan
keuangan menggunakan kinerja perusahaan yang lalu untuk memperkirakan bagaimana
akan terjadi dimasa yang akan datang.
Kita sering melihat
ada perusahaan yang tidak mampu atau tidak sanggup untuk membayar seluruh atau
sebagian utang (kewajiban) yang sudah jatuh tempo saat ditagih. Terkadang juga
perusahaan juga sering tidak memiliki dana untuk membayar kewajibannya tepat
waktu. Hal seperti ini akan sangat menggangu kinerja perusahaan, Para kreditor
akan tidak percaya pada perusahaan tersebut. Sehingga kelangsungan hidup
perusahaan tersebut dilihat dari seberapa besar perusahaan tersebut dapat
membayar utang (kewajiban) jangka pendeknya.
B.
Rumusan Masalah
Ada beberapa
pokok permasalahan yang kami angkat dalam makalah ini diataranaya adalah :
1.
Apa yang
dimaksud dengan rastio likuiditas?
2.
Bagaimana tujuan dan manfaat dari rasio likuiditas?
3.
Apa saja
jenis-jenis ratio likuiditas?
4.
Bagaimana
Analisis ratio likuiditas pada PT.Mayora.tbk?
C.
Tujuan Penulisan
Ada beberapa
pokok permasalahan yang kami angkat dalam makalah ini diataranaya adalah :
1.
Mengetahui yang dimaksud
dengan rastio likuiditas
2.
Mengetahui tujuan dan manfaat dari rasio likuiditas
3.
Mengetahui jenis-jenis
ratio likuiditas
4.
Mengetahui
Analisis ratio likuiditas pada PT.Mayora.tbk
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Rasio
Likuiditas
Rasio adalah perbandingan antara satu hal
dengan hal lainnya, dan berdasarkan hubungan atau korelasi antara kedua hal
tersebut kita bisa menganalisa atau menilai sesuatu kondisi seperti rasio
likuiditas (rasio lancar, rasio perputaran kas, dan rasio hutang terhadap
kekayaan bersih).
menunjukkan
kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangannya yang
harus segera dipenuhi, atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangan pada saat ditagih (S. Munawir, 1995 hal 31).
Fred Weston menyebutkan bahwa Rasio Likuiditas merupakan rasio yang
menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangkapendek.
Artinya apabila perusahaan ditagih, perusahaan akan mampu untuk memenuhi utang
tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.
Likuiditas adalah tingkat kemampuan
perusahaan untuk memenuhi
kewajibannya yang harus segera
dipenuhi (Miswanto dan Eko Widodo, 1998, hal 83).
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan
untuk memenuhi
kewajiban-kewajibannya yang
segera harus dipenuhi (Sutrisno, 2000 hal 18).
B.
Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas
Berikut
ini adalah tujuan dan manfaat dari Rasio Likuiditas :
1.
Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar
kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih. Artinya,
kemampuan untuk membayar kewajiban yang sudah waktunya dibayar sesuai jadwal
batas waktu yang telah ditetapkan (tanggal dan bulan tertentu).
2.
Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar
kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan.
3.
Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar
kewajiban jangka pendek tanpa memperhitungkan sediaan atau piutang,
4.
Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah
sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.
5.
Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang
tersedia untuk membayar utang.
C.
Jenis-jenis Rasio Likuiditas
Jenis-jenis rasio likuiditas yang dapat
digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan, yaitu :
1.
Rasio Lancar (Current
ratio)
Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera pada
saat jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.
Current Ratio adalah perbandingan antara
aktiva lancar dan utang lancar (Miswanto dan Eko Widodo, 1998, hal
83).
Rumus :
Current ratio menunjukkan
kemampuan perusahaan untuk
membayar utangnya yang harus
segera dipenuhi dengan mengunakan
aktiva lancar yang dimilikinya.
Rasio lancar sangat berguna untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya, dimana dapat
diketahui sampai seberapa jauh sebenarnya jumlah aktiva lancar perusahaan dapat
menjamin hutang lancarnya. Semakin tinggi rasio
berarti semakin terjamin hutang-hutang perusahaan kepada kreditor. Current
ratio kadang-kadang sudah memuaskan bagi suatu perusahaan, tetapi
jumlah modal kerja dan besarnya rasio tergantung pada beberapa faktor, suatu
standard atau rasio yang umum tidak dapat ditentukan untuk seluruh perusahaan. Current ratio hanya
merupakan kebiasaan dan akan digunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan
penelitian atau analisa lebih lanjut.
Bagi perusahaan yang mempunyai hubungan baik dengan
kreditor atau posisinya kuat terhadap pemasok, mungkin perusahaan tidak perlu
memiliki rasio yang tinggi. Sebagai contoh supermarket. Posisi supermarket
terhadap pemasok biasanya adalah cukup kuat. Dengan kondisi demikian maka
supermarket dapat membayar hutangnya setelah 3 atau 4 bulan, sedangkan
penjualan dilakukan secara tunai. Dalam kondisi demikian rasio lacar tidak
perlu terlalu besar.
Rasio lancar
mempunyai sifat tingginya berubah-ubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh,
pada toko pakaian ketika menjelang hari-hari raya permintaan akan pakaian mulai
meningkat, kemudian menurun mencapai titik terbawah lagi pada hari raya
tersebut. Untuk menghadapi kenaikan permintaan tersebut toko pakaian harus
menaikkan besarnya persediaan.
Kalau
peningkatan persediaan barang dagangan tersebut dibiayai dengan cara mengurangi
uang tunai perusahaan, maka rasio lancar perusahaan tidak mengalami perubahan.
Sebab pada transaksi seperti itu hanya struktur aktiva lancarnya saja yang
mengalami perubahan, sedangkan nilai total aktiva lancar dan nilai total
passiva lancarnya tidak mengalami perubahan, sehingga rasio lancar tidak
mengalami perubahan.
Akan tetapi
jika penumpukan persediaan dilaksanakan dengan cara dibiayai dari pinjaman
jangka pendek, maka ketika volume penjualan tinggi, rasio lancar perusahaan
akan menurun. Oleh karena itu untuk mengukur tingginya likuiditas perusahaan
lebih baik untuk mempergunakan angka perputaran modal kerja daripada
mempergunakan rasio lancar. Adapun pertimbangannya ialah karena angka perputaran modal kerja
tidak banyak dipengaruhi oleh sifat musiman, relatif dibandingkan dengan rasio
lancar.
2.
Rasio Cepat (Quick
ratio)
Rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan
dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek)
dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan.
Quick ratio merupakan rasio
antara aktiva lancar
sesudah dikurangi persediaan dengan
hutang lancar. Rasio ini
menunjukkan besarnya alat
likuid yang paling cepat bisa
digunakan untuk melunasi hutang
lancar. Persediaan
dianggap aktiva lancar yang paling tidak lancar, sebab untuk menjadi
uang tunai (kas) memerlukan dua langkah
yakni menjadi piutang terlebih dulu sebelum menjadi kas.
Rasio ini merupakan ukuran
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan tidak
memperhitungkan persediaan, karena persediaan memerlukan waktu yang relatif
lama untuk direalisir menjadi uang kas, walaupun kenyataannya mungkin
persediaan lebih likuid daripada piutang. Jika current ratio tinggi tapi quick
rationya rendah menunjukkan adanya investasi yang sangat besar dalam
persediaan.
Rumus:
3.
Rasio Kas ( Cash
ratio)
Rasio Kas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia
dibanding dengan hutang lancar. Pengertian kas kadang-kadang diperluas dengan
setara kas (cash equivalent) meliputi surat berharga yang mudah
diperjualbelikan.
Aktiva
perusahaan yang paling likuid
adalah kas dan
surat berharga. Cash ratio
menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk membayar utang jangka
pendek dengan kas
dan surat berharga yang dapat
segera diuangkan. Tidak
terdapat standar likuiditas
untuk cash ratio sehingga penilaiannya
tergantung pada kebijakan
manajemen.
Rumus
:

P.T.
MAYORA INDAH Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA
KONSOLIDASI
30
SEPTEMBER 2009 DAN 2008
|
|
Catatan
|
2009
|
2008
|
|
ASET
|
|
|
|
|
ASET LANCAR
|
|||
|
Kas dan setara
kas
|
2g,3
|
197,998,776,765
|
33,652,656,335
|
|
Investasi
sementara
|
2k,4
|
9,069,867,465
|
9,018,969,933
|
|
Piutang usaha
|
2h,5
|
|
|
|
Pihak yang mempunyai hubungan
|
|
|
|
|
Istimewa
|
2h,31
|
738,218,294,867
|
661,525,589,703
|
|
Pihak ketiga
|
|
121,049,164,881
|
44,088,682,199
|
|
Piutang
Lain-lain
|
6
|
5,605,022,393
|
5,629,413,593
|
|
Persediaan
|
2j,7
|
499,421,576,844
|
540,432,302,254
|
|
Uang muka
pembelian
|
8
|
40,669,680,394
|
73,125,710,441
|
|
Pajak dibayar
dimuka
|
9
|
754,957,084
|
-
|
|
Biaya dibayar
dimuka
|
2l
|
1,499,540,205
|
5,100,804,716
|
|
Jumlah Aset
Lancar
|
|
|
1,372,574,129,174
|
|
|
|
|
|
|
ASET TIDAK
LANCAR
|
|||
|
Aset pajak
tangguhan
|
2t,32
|
3,806,731,208
|
5,850,564,107
|
|
Aset tetap - setelah
dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 895.268.775.066,-
pada 30 September 2009 dan Rp 778.307.862.811,- pada 30 September 2008
|
2m,10
|
1,215,360,328,075
|
899,799,841,384
|
|
Uang muka
pembelian aset tetap
|
11
|
335,372,579,506
|
180,035,540,562
|
|
Uang jaminan
|
12
|
|
345,182,783
|
|
Jumlah Aset
Tidak Lancar
|
|
1,554,884,821,572
|
1,086,031,128,836
|
|
|
|
|
|
|
JUMLAH ASET
|
|
|
2,458,605,258,010
|
P.T.
MAYORA INDAH Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA
KONSOLIDASI
30
SEPTEMBER 2009 DAN 2008
|
|
Catatan
|
2009
|
2008
|
|
|
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
|
|
Rp.
|
Rp.
|
|
|
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
|
||||
|
Hutang Bank
|
13
|
200,000,000,000
|
150,000,000,000
|
|
|
Hutang Usaha - pihak
ketiga
|
14
|
433,794,371,491
|
307,639,960,688
|
|
|
Hutang Lain-lain -
pihak ketiga
|
17
|
18,814,073,568
|
73,263,239,049
|
|
|
Hutang pajak
|
15
|
94,846,433,419
|
40,155,980,146
|
|
|
Biaya yang masih hams
dibayar
|
16
|
27,383,557,784
|
29,005,352,523
|
|
|
Hutang bank jangka
panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
|
18
|
50,000,000,000
|
70,000,000,000
|
|
|
Jumlah Kewajiban Jangka
Pendek
|
|
824,838,436,262
|
670,064,532,406
|
|
|
KEWAJIBAN JANGKA
PANJANG
|
||||
|
Kewajiban imbalan pasca
kerja
|
2s,31
|
106,913,174,071
|
85,049,669,769
|
|
|
Kewajiban pajak
tangguhan
|
2t,32
|
25,713,708,406
|
31,032,983,091
|
|
|
Hutang obligasi
|
2o,19
|
297,895,827,784
|
300,000,000,000
|
|
|
Hutang bank jangka
panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
|
18
|
400,000,000,000
|
150,000,000,000
|
|
|
Jumlah Kewajiban Jangka
Panjang
|
|
830,522,710,261
|
566,082,652,860
|
|
|
GOODWILL NEGATIF
|
2c,20
|
508,216,714
|
646,512,103
|
|
|
HAK MINORITAS ATAS
AKTIVA BERSIH
|
||||
|
ANAK PERUSAHAAN
|
21
|
38,078,805,621
|
29,584,075,911
|
|
|
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar -
3.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor 766.584.000 saham
|
22
|
383,292,000,000
|
383,292,000,000
|
|
|
Agio saham
|
23
|
64,212,000,000
|
64,212,000,000
|
|
|
Selisih Perubahan
Ekuitas Anak Perusahaan
|
24
|
197,913,446
|
(64,198,000)
|
|
|
Selisih kurs krn
penyabaran Lap Keuangan
|
25
|
(3,972,381,792)
|
(561,964,464)
|
|
|
Saldo laba Ditentukan
penggunannya
|
33
|
25,000,000,000
|
23,000,000,000
|
|
|
Belum ditentukan
penggunaannya
|
|
1,006,494,001,958
|
722,349,647,193
|
|
|
Jumlah Ekuitas
|
|
1,475,223,533,612
|
1,192,227,484,729
|
|
|
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
|
|
3,169,171,702,470
|
2,458,605,258,010
|
|
P.T. MAYORA INDAH Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
UNTUK MASA SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30
SEPTEMBER 2009 DAN 2008
|
Catatan
|
2009
|
2008
|
|
|
Rp
|
Rp
|
|
PENJUALAN BERSIH
|
2q,26
|
3,565,330,397,104
|
2,878,595,442,286
|
|
BEBAN POKOK PENJUALAN
|
2q,27
|
2,737,886,398,782
|
2,330,048,107,501
|
|
LABA KOTOR
|
|
827,443,998,322
|
548,547,334,785
|
|
BEBAN USAHA Penjualan
Umum dan administrasi
|
2q,28
|
293,389,132,838
77,166,568,996
|
236,113,937,846
69,993,430,261
|
|
Jumlah Beban Usaha
|
|
370,555,701,834
|
306,107,368,107
|
|
LABA USAHA
|
|
456,888,296,488
|
242,439,966,678
|
|
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan bunga
Penghasilan sewa Keuntungan penjualan aset tetap Amortisasi goodwill negatif
Beban bunga
Pendapatan Bagi hasil Sukuk Mudharabah Keuntungan
(kerugian) kurs mata uang asing - bersih
Lain-lain – bersih
|
29
34 10
2b,20
30
2d
|
18,103,079,572
1,350,000,000
611,904,094
103,721,542
(75,551,493,054)
(20,625,000,000)
(4,241,456,759)
3,451,952,924
|
2,718,053,237
1,035,000,000
346,766,508
103,721,542
(41,691,534,763)
(8,861,111,111)
(1,621,738,840)
11,199,525,262
|
|
Penghasilan (Beban) Lain-lain – Bersih
|
|
(76,797,291,681)
|
(36,771,318,165)
|
|
LABA SEBELUM PAJAK
|
|
380,091,004,807
|
205,668,648,513
|
|
BEBAN PAJAK Pajak kini Pajak Tangguhan
|
2t,32
|
(100,617,178,720)
(4,779,749,881)
|
(58,238,456,300)
(4,115,566,234)
|
|
LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK
PERUSAHAAN
|
|
274,694,076,206
|
143,314,625,979
|
|
HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN
|
21
|
(7,124,144,318)
|
(3,988,199,161)
|
|
LABA BERSIH
|
|
267,569,931,889
|
139,326,426,818
|
|
LABA PER SAHAM Dasar
|
2u
|
349
|
182
|
D.
Analisis Rasio Likuiditas PT.Mayora.Tbk
1.
Current ratio
2.
Quick ratio
3.
Cash
ratio
E.
Perbandingan
Rasio Likuiditas setiap Tahunnya
|
|
2008
|
2009
|
Keterangan
|
|
Current ratio
|
205%
|
195%
|
Menurun
|
|
Quick
ratio
|
124%
|
135%
|
Meningkat
|
|
Cash
ratio
|
6,4%
|
25%
|
Meningkat
|
Analisis
Current ratio
Ini berarti bahwa kemampuan untuk
membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar, untuk tahun
2008 adalah setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar Rp. 2,05, untuk
tahun 2009 adalah setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh Rp.1,95 aktiva
lancar.
Perusahaan Pt. Mayora. Tbk memperoleh current
ratio pada tahun 2008 sebesar 205%, sedangakan untuk tahun 2009 sebesar 195
%. Standar likuiditas yang baik untuk Current ratio adalah harus berada
pada batas 200%.
Perusahaan ini dinyatakan likuid atau dapat
membayar utang jangka pendeknya dengan mengunakan aktiva lancar yang
dimilikinya, walaupun mengalami penurunan pada tahun 2009 yang tidak terlalu
signifikan.
Nilai likuiditas yang semakin kecil
akan semakin baik apabila dilihat dari sisi pengusaha atau perusahaan,
sedangkan apabila dilihat dari sisi investor nilai likuiditas yang menurun
adalah tidak baik.
Analisis Quick ratio
Ini
berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan
aktiva lancar setelah dikurangi dengan persediaan, untuk tahun 2008 adalah
setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar setelah
dikurangi dengan persediaan sebesar Rp. 1,24 untuk
tahun 2009 adalah setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh aktiva lancar setelah dikurangi dengan persediaan sebesar Rp.1,35.
Perusahaan Pt. Mayora. Tbk memperoleh quick
ratio pada tahun 2008 sebesar 124%, sedangakan untuk tahun 2009 sebesar 135
%. Standar likuiditas yang baik untuk quick ratio adalah harus berada
pada batas 100%.
Nilai Quick ratio dari tahun 2008 s/d
tahun 2009 meningkat dan perusahaan dinyatakan likuid untuk membayar hutang
yang harus segera dipenuhinya. Dan apabila perusahaan ini bangkrut atau tidak
beroprasional, maka perusahaan ini masih dapat membayar hutang jangka pendeknya
dengan aktiva lancar yang dimiliki setelah dikurangi dengan persediaan.
Analisis Cash ratio
Ini berarti bahwa kemampuan untuk membayar
hutang yang segera harus dipenuhi dengan kas dan surat berharga, untuk tahun
2008 adalah setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh kas dan surat berharga sebesar Rp. 0,06, untuk tahun 2009 adalah
setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh kas dan surat berharga sebesar Rp.0,25 .
Perusahaan Pt. Mayora. Tbk memperoleh cash
ratio pada tahun 2008 sebesar 6,4%, sedangakan untuk tahun 2009 sebesar 25
%. Tidak terdapat standar likuiditas
untuk cash ratio sehingga penilaiannya
tergantung pada kebijakan
manajemen.
Perusahaan
dinyatakan dapat membayar
utang jangka pendek
dengan kas dan surat
berharga (investasi sementara)
yang dapat segera diuangkan.
Langganan:
Postingan (Atom)